Kamis, 08 September 2011

Muslimah Berlian


Remaja sangat senang dan bangga jika dia dianggap sebagai remaja gaul. Wajar bagi seorang remaja jika ingin dikatakan sebagai remaja gaul sebab, di masa-masa remaja seseorang sedang senang-senangnya mencari banyak teman. Makin banyak teman, seorang remaja semakin dianggap gaul.
Remaja di era sekarang dihadapkan dengan tantangan globalisasi yang dahsyat dan mempengaruhi pola pergaulan mereka. Gaya hidup bangsa barat telah mempengaruhi sebagian besar gaya hidup remaja Indonesia khususnya muslimah. Berpenampilan sexy, suka berpesta miras, nongkrong di diskotik merupakan tiga diantara banyak ciri dari gaya hidup budaya barat dan gaya hidup seperti demikian berhasil mempengaruhi pola pemikiran remaja Indonesia. Tak sedikit remaja putri yang memamerkan auratnya di depan umum karena menurut mereka, itulah yang dikatakan GAUL. Jika dipikir kembali, sebenarnya yang dilakukan remaja untuk bisa dikatakan gaul dengan cara memamerkan aurat sangatlah merugikan bagi seorang remaja putri. Bukan hanya dapat memancing niat jahat dari lawan jenis, tetapi juga berdosa karena telah melanggar ketentuan agama. Sudah banyak kasus yang membuktikan betapa ruginya seorang muslimah membuka aurat hanya untuk gaul, seperti dalam kasus perdagangan wanita, penculikan terhadap remaja untuk dijadikan sebagai wanita penghibur. Meskipun demikian, masih banyak remaja yang senang membuka aurat mereka dengan berpakaian sexy trend masa kini.
 Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi seorang muslimah gaul, tetapi justru Islam mengajarkan kepada umat untuk mempererat pergaulan. Islam memiliki ketentuan yang wajib dipatuhi umat seperti menutup aurat. Apa yang diperintahkan-Nya harus dijalankan, sedangkan yang dilarang-Nya wajib dijauhi. Alloh maha mengetahui segalanya, tentu saja aturan yang telah diciptakan Alloh demi kebaikan para hamba-Nya. Aturan yang diberikan oleh Alloh akan mendatangkan bencana bagi hambaNya jika melanggar.
 Gaulnya seorang muslim berbeda dengan gaulnya seorang kafir. Gaulnya seorang muslim tentu lebih terhormat dibanding seorang kafir karena seorang muslimah gaul yang tetap mematuhi aturan agama Islam akan menjaga penampilan, pandangan, dan gaya hidup, sehingga menjauhkan diri, keluarga, dan saudaranya dari bencana kehidupan.
Seorang muslimah gaul yang tetap patuh pada perintah agama Islam diibaratkan sebagai sebuah berlian. Berlian akan tetap bersinar di manapun berlian itu berada, di tempat yang suci maupun di tempat sampah dan sekecil apapun berlian akan selalu memancarkan sinarnya. Sebagai halnya dengan seorang muslimah yang tetap berpedoman pada aturan agama, dia akan selalu menjadi muslimah yang menyejukkan setiap orang meskipun keadaan kurang baik. Muslimah ini akan senantiasa membawa kebaikan bagi setiap orang. Orang sekitar muslimah berlian akan selalu bersimpati dengannya tanpa memandang keadaan fisiknya dan juga status serta harta. Setiap orang akan selalu bersimpati hingga akhir hayatnya dan akan merasa kehilangan jika dia telah tiada. Itulah yang akan terjadi kepada seorang muslimah gaul yang tetap patuh pada aturan agama.
Sebaliknya seorang muslimah yang menganggap dirinya gaul karena mengikuti tren masa kini yang bertolak belakang dengan aturan agama Islam. Muslimah ini menjalani hidup hanya untuk urusan duniawi, dia sibuk untuk memperoleh materi hingga melupakan ketentuan agama yang dianutnya yaitu Islam. Bukan Al-Qur’an yang dijadikan pegangan hidupnya melainkan trend dan harta. Sungguh memprihatinkan kondisi muslimah ini karena dia telah dipermainkan oleh kehidupan di dunia. Muslimah gaul yang tidak mematuhi aturan agama Islam, dia menjadi muslimah tercela dan terhina. Muslimah ini diibaratkan sebagai bungkus makanan. Mengapa demikian??? Ya, bungkus makanan akan sangat dibutuhkan saat dibutuhkan sebagai tempat makanan tetapi, jika sudah digunakan akan dibuang dan tak seorangpun dibutuhkan kecuali didaur ulang. Muslimah yang sudah terlanjur terhina, tak seorangpun bersimpati atau membutuhkannya kecuali dia sudah mendaur ulang diri sampai benar-benar bersih dengan cara bertaubat kepada Alloh. Seorang muslimah seharusnya bisa menjadi berlian yang akan membawa kebahagiaan bagi setiap orang, bukan membawa bencana.
Untuk menjadi muslimah berlian sangatlah mudah. Nyaman rasanya jika kita bisa menjadi seorang muslimah gaul tanpa melanggar perintah agama. Mungkin sebagian muslimah menganggap bahwa selalu patuh pada aturan agama tidak bisa dikatakan gaul. Akan tetapi, anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah besar, justru gaul yang sebenarnya adalah seseorang dapat mempunyai banyak teman dengan tidak melanggar ketentuan agama. Jika muslimah gaul melanggar ketentuan agama, dia bisa menjadi muslimah yang tercela di hadapan Alloh dan lingkungan sekitarnya, sehingga akan banyak orang yang membenci dan menimbulkan terputusnya ukhuwah sesama muslim. Jika sudah terputus tali pergaulannya, apa masih dikatakan   G-A-U-L ???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar